Thursday, July 5, 2012

[Indo-Job] Undangan Pelatihan : Teknik Pembuatan Pakan Ikan ( pellet)

 








PELATIHAN TEKNIK PEMBUATAN PAKAN IKAN (PELET) 
Tanggal 15 Juli  2012, Bogor
 
Dunia usaha perikanan semakin dituntut untuk dapat memanfaatan lahan secara optimal sehingga produktivitas lahan dapat ditingkatkan semaksimal mungkin.   Sejalan dengan intensifikasi lahan maka ketersediaan pakan sebagai penunjang keberhasilan sektor perikanan dewasa ini menjadi penentu utama yang dikarenakan biaya produksi sebesar 60 – 70 % di sektor perikanan dihabiskan untuk konsumsi pakan ikan.
 
Pelatihan ini dirancang 50 % teori dan 50 % praktek sebagai salah satu cara untuk mensosialisasikan teknik pembuatan pakan ikan secara praktis dan ekonomis.  Dengan penggunaan bahan baku lokal untuk pembuatan pakan ikan maka diharapkan harga pakan ikanbuatan yang dihasilkan dapat ditekan sehingga biaya produksi sektor perikanan dapat mengalami penurunan.
TUJUAN PELATIHAN
 
² Mengetahui bermacam-macam pakan ikan baik yang alami maupun buatan
² Mengetahui bahan-bahan lokal yang dapat dipergunakan sebagai pakan ikan buatan
² Memahami prinsip-prinsip pembuatan pakan ikan buatan
² Mengetahui aspek ekonomi untuk pembuatan pakan ikan buatan
MATERI PELATIHAN
 
² Mengetahui macam makanan ikan dan pencernaannya
² Memahami pengetahuan gizi yang dibutuhkan oleh ikan
² Mengetahui penyusunan formula atau ramuan yang diperlukan sesuai dengan fase ikan
² Mengetahui prinsip-prinsip umum dalam pembuatan pakan ikan buatan
² Mengetahui pengujian mutu pakan ikan buatan secara praktis
² Memahami prinsip-prinsip dalam penyimpanan pakan ikan buatan
² Memahami cara pemberian dan jumlah pemberian pakan ikan serta pengaruh lingkungan
PESERTA PELATIHAN
 
²  Community Development (COMDEV) perusahaan untuk pemberdayaan masyarakat dilingkungan perusahaan
²  Karyawan swasta dan negeri untuk mempersiapkan diri di masa pensiun
²  Calon wirausahawan yang ingin membidangi usaha pembuatan pakan ikan
²  Pengusaha yang ingin menambah wawasan di bidang pembuatan pakan ikan dengan prospek ekonominya
 
INVESTASI
Biaya pelatihan adalah sebesar Rp 350.000 nett / peserta.  Biaya termasuk konsumsi (makan siang dan coffe break), training kit, dokumentasi, materi pelatihan, praktek lapang dan sertifikat.  
 
  
______________________________________________________________________________
 
PELATIHAN TEKNIK KULTUR PAKAN ALAMI IKAN
                                                             Tanggal 15 Juli 2012 ,Bogor
 Indonesia merupakan negara yang mempunyai garis pantai terpanjang didunia dan mempunyai wilayah perairan mencakup 2/3 dari luas seluruh wilayah yang ada.  Letaknya di daerah tropis menyebabkan perairan Indonesia mempunyai keragaman hayati yang sangat besar sehingga berpotensi untuk dapat dikembangkan bermacam-macam komoditas perikanan.
Pengembangan komoditas perikanan tidak bisa lepas dari ketersediaan pasokan benih yang memadai baik pasokan yang berasal dari alam maupun pembenihan yang dilakukan oleh manusia sendiri. Jaminan ketersediaan benih yang baik dari segi kuantitas, kualitas dan kontinuitas sangat ditentukan oleh ketersediaan pakan alami berupa phytoplankton dan zooplankton yang sangat dibutuhkan budidaya perikanan.  Peranan pakan alami ini ternyata belum bisa tergantikan oleh ketersediaan pakan-pakan buatan yang ada sekarang.  Untuk itu pengetahuan dan ketrampilan yang baik dalam usaha kultur pakan alami ikan sangat menunjang keberhasilan pengembangan komoditas perikanan  yang sangat berpotensi mendatangkan devisa yang sangat besar
 
TUJUAN PELATIHAN
 ² Mengetahui peranan phytoplankton dan zooplankton sebagai organisme akuatik
² Mengetahui prinsip-prinsip umum dalam memproduksi kultur pakan alami skala laboratorium maupun massal
² Mengetahui pengujian dan analisis proses pengkulturan
² Memiliki kemampuan teknis dalam budidaya (kultur) dalam skala massal
 MATERI PELATIHAN
 Ø Mengetahui phytoplankton dan zooplankton
ü Fisik dan Biologi
ü Kandungan Zat Gizi
ü Pengelolaan
Ø Kultur Phytoplankton dan zooplankton
ü Prinsip-prinsip dalam kultur phytoplankton dan zooplankton
ü Mengetahui tahapan-tahapan dalam sterilisasi
ü Teknik budidaya
ü Pertumbuhan
ü Mengetahui perhitungan kepadatan
ü Cara-cara pemanenan
ü Pengelolaan pascapanen
ü Pemeliharaan stock murni
 
PESERTA PELATIHAN
 ² Community Development (COMDEV) perusahaan untuk pemberdayaan masyarakat   dilingkungan perusahaan
² Karyawan swasta dan negeri untuk mempersiapkan diri di masa pensiun
² Calon wirausahawan yang ingin membidangi usaha kultur pakan alami ikan
² Pengusaha yang ingin menambah wawasan di bidang kultur pakan alami ikan dengan prospek ekonominya
 
INVESTASI
 
Biaya pelatihan adalah sebesaar Rp. 350.000 nett / Peserta. Biaya termasuk konsumsi (makan siang / coffe break ), training kit , dokumentasi , materi pelatihan dan sertifikat.


 PELATIHAN TEKNIK PENYULINGAN MINYAK ATSIRI
 
Tanggal 15 Juli  2012 , Bogor
 
Indonesia merupakan negara penghasil minyak atsiri seperti minyak nilam, cengkeh, sereh wangi dan akar wangi yang besar untuk memenuhi pasokan dunia.  Minyak atsiri merupakan cairan yang lembut, bersifat aromatik dan mudah menguap pada suhu kamar. Minyak atsiri diperoleh dari ekstrak bunga, biji, kulit batang, daun, dan akar tanaman tertentu.
Terdapat berbagai macam cara yang dilakukan untuk memproduksi minyak atsiri, yaitu metode penyulingan, enfleurasi, maserasi dan ekstraksi dengan pelarut menguap.  Pada pelatihan ini akan dikaji lebih jauh tentang produksi minyak atsiri dengan metode penyulingan dengan persentase 50% teori dan 50% di lapang.
 
 
TUJUAN PELATIHAN
 
*Mengetahui prinsip-prinsip umum dalam produksi minyak atsiri
*Mengetahui susunan kimia, sumber, dan fungsi minyak atsiri dalam tanaman
*Memahami prinsip-prinsip dalam penyulingan minyak atsiri
*Mengetahui pengujian dan analisis minyak atsiri
*Memiliki kemampuan teknis dalam produksi minyak atsiri dengan metode penyulingan
 
 
MATERI PELATIHAN
 
*Perkembangan modern dalam produksi minyak atsiri
*Susunan kimia, sumber dan kegunaan minyak atsiri dalam kehidupan tanaman
*Praktek penyulingan
Ø  Teori penyulingan
Ø  Perlakuan terhadap bahan yang mengandung minyak
Ø  Metode umum penyulingan
Ø  Peralatan penyulingan
Ø  Masalah praktis penyulingan
Ø  Hidrodestilasi bahan tanaman pada tekanan tinggi dan rendah, dengan uap superheated
Ø  Rektifikasi dan Fraksinasi minyak atsiri
Ø  Hidrodestilasi minyak atsiri pada tekanan tinggi dan rendah, dengan uap superheated
*Pengujian dan analisis minyak atsiri
Ø  Penetapan sifat-sifat fisika
Ø  Penetapan sifat-sifat kimia
Ø  Uji khusus
*Metoda penyimpanan minyak atsiri
*Diskusi
 
 
PESERTA PELATIHAN
 
*Community Development (COMDEV) perusahaan untuk pemberdayaan masyarakat dilingkungan perusahaan
*Karyawan swasta dan negeri untuk mempersiapkan diri di masa pensiun
*Calon wirausahawan yang ingin membidangi usaha minyak atsiri
*Pengusaha yang ingin menambah wawasan di bidang minyak atsiri dengan prospek   ekonominya
 
 
INVESTASI
 
Biaya pelatihan adalah sebesar Rp 350.000 nett / peserta.  Biaya termasuk konsumsi (makan siang dan coffe break), training kit, dokumentasi, materi pelatihan, praktek lapang dan sertifikat.  
 
Informasi dan pendaftaran silakan menghubungi:
MITRA AGRO
agro training & consulting
Jl.Nusa Indah No.10 Kendal - Semarang
Uli (085741311640), Novi (081914431060)
Telp/Fax. (081919312631) / (0294 - 3689841)
Email trainingagro@yahoo.com
 
 
 
 
 










__._,_.___
Recent Activity:
Bergabunglah dengan milis lainnya:


Manajemen-Industri-subscribe@yahoogroups.com  ==> Manajemen Industri

Free-English-Course-subscribe@yahoogroups.com ==> Kursus Bahasa Inggris

PONSEL-INDONESIA-subscribe@yahoogroups.com ==> Telpon selular

HRD-POWER-subscribe@yahoogroups.com ==> Milis HRD

Indo-Job-subscribe@yahoogroups.com ==> Lowongan kerja luar negeri dan
beasiswa

Bisnis-Karir-subscribe@yahoogroups.com ==> Pembinaan bisnis dan karir

Komputer dan Teknologi:

http://tech.groups.yahoo.com/group/KOMPUTER-TEKNOLOGI/

Manajemen produksi/operasi/supply chain/logistik:

http://finance.groups.yahoo.com/group/APICS-ID/
.

__,_._,___

[Indo-Job] dibutuhkan segera staf keuangan di Bogor

 

PT. Mitra Utama Madani, afiliasi strategis dari PT. PNM (Persero), membutuhkan sdm yang jujur, ramah, teliti, berpenampilan menarik, sehat dan memiliki semangat kerja yang tinggi untuk ditempatkan di Leuwiliang-Bogor, dengan posisi sebagai:

STAF Keuangan(Supporting)

Persyaratan Umum:
• Usia maksimal 25 tahun
• Pendidikan minimal D3 Akuntansi
• Menguasai dasar dasar akutansi perusahaan
• Mampu mengoperasikan komputer (Ms Word & excell)

Benefit:
• Gaji kompetitif,
• Tunjangan - tunjangan,
• Kesempatan mengembangkan karir

Kirimkan surat lamaran, CV, dokumen penunjang, dan pas photo terakhir
dengan mencantumkan kode posisi dan wilayah pada sudut kiri atas amplop ke :
PT. Mitra Utama Madani
Gedung Arthaloka Lt. 6, Jl. Jend. Sudirman, Kav. 2, Jakarta 10220
Atau dapat dikirimkan lewat email ke:
rekrutmen_mum@pnm.co.id

__._,_.___
Recent Activity:
Bergabunglah dengan milis lainnya:


Manajemen-Industri-subscribe@yahoogroups.com  ==> Manajemen Industri

Free-English-Course-subscribe@yahoogroups.com ==> Kursus Bahasa Inggris

PONSEL-INDONESIA-subscribe@yahoogroups.com ==> Telpon selular

HRD-POWER-subscribe@yahoogroups.com ==> Milis HRD

Indo-Job-subscribe@yahoogroups.com ==> Lowongan kerja luar negeri dan
beasiswa

Bisnis-Karir-subscribe@yahoogroups.com ==> Pembinaan bisnis dan karir

Komputer dan Teknologi:

http://tech.groups.yahoo.com/group/KOMPUTER-TEKNOLOGI/

Manajemen produksi/operasi/supply chain/logistik:

http://finance.groups.yahoo.com/group/APICS-ID/
.

__,_._,___

[milis tarki] Urgently Needed Secretary PT TELKOM

 

Dear Mod,

Please release this vacancy yah, thanks before.

Urgently needed Secretary to GM at PT Telkom.

Requirements :

1. Female

2. Diploma degree (D3), (Tarakanita graduated are preferable)
3. Honest, reliable, mature with nice attitude & pro-active
4. Fast learner & able to work independently
5. Ability to use Ms.Office, correspondence and filling system
6. Good communication, personalities and interpersonal skills.
7. Handling petty cash, and office administration
expenses
8. ABLE TO JOIN SOON

 
 
Please submit your application with a complete Resume in English to:

mitra.yonesi@gmail.com;

Office location :

Gedung STO Gambir
Jl. Medan Merdeka Selatan 12
Lantai 4, Divisi Telkom Flexi

Please send your CV with recent photograph lastest July 6, 2012.

Thanks,
Mitra O. Yonesi
Tarakanita 2007-2010

[Non-text portions of this message have been removed]

__._,_.___
Recent Activity:
.

__,_._,___

[Indo-Job] Vacancy Receptionist

 


The Partnership for Governance Reform in Indonesia is a multi-stakeholder association dedicated to support Indonesian initiatives aiming at supporting governance reform agenda. The Partnership works closely with national and international community to initiate, advocate, and promote sustainable governance reform in Indonesia.

The Partnership brings together the Indonesian Government, Legislature, Judiciary, Civil Society, and the Corporate Sector with the support of the International Community in initiating a long-term process to improve governance in Indonesia in a durable way which expresses Indonesian ownership.

Currently we have immediate vacancy for high caliber Indonesians with high integrity to fill the following position:

Receptionist   
  1. To receive and welcome all visitors to the office in a prompt, professional, and courteous manner.
  2. Phone screening and pacing out going phone calls as necessary. 
  3. Run day to day office administration (filling, tracking incoming and outgoing mail, etc).
  4. Support GS Assistant to ensure office premises are managed and maintained and conduct daily checking on office cleaning service.
  5. Support GS Assistant to maintain Office equipment, supplies and utilities (stationary, electricity, phone, etc).
  6. Assist GS Assistant to monitoring Office Helpers and Security movement.
  7. Assist HR Assistant to maintain attendance records.
  8. Assist HR Assistant to maintain Calendar of Events.
  9. Maintain announcement board and meeting room booking.
  10. Maintain, updating and share Kemitraan contact list.
  11. To receive message from staff who do not come to the office, record and convey information to HR Assistant and other relevant parties.
  12. To serve as first contact point to answer general queries on Partnership activities and project tracking.
  13. To perform support tasks to the Operations Division as required by his/her supervisor

Recruitment Qualifications

Education:
Minimum of D3 in Management/Secretariat/Administration or other relevant field

Experience:
At least 3 (three) years experience as a secretary/receptionist in service/hospitality industry.

Language Requirements:
Fluency in written and spoken English and Bahasa Indonesia.

Others:
•Advanced computer skills (MS Word, Excel, Powerpoint)
•Trustworthiness, integrity, Good analytical thinking and attention to detail
•Ability to work under pressure and tight deadlines
•Ability to work in a team and a Customer satisfaction oriented
•Demonstrated ability to promote and initiate work processes and complete given assignments with minimum supervision
•Professional appearance and manners.

Please visit our website http://www.kemitraan.or.id/main/publication_detail/21/44/822 and/or http://www.facebook.com/pages/Partnership-for-Governance-Reform/140286782669334 for more details of the position.

Application deadline : July 15, 2012

Only shortlisted candidates will be contacted.
 
Please DO NOT send your application letter to this Yahoo! email address.
-------------------------------------------------------------------------
Partnership's Vision:
A fair, democratic and prosperous Indonesia built on sustainable good governance principles and practices.






__._,_.___
Recent Activity:
Bergabunglah dengan milis lainnya:


Manajemen-Industri-subscribe@yahoogroups.com  ==> Manajemen Industri

Free-English-Course-subscribe@yahoogroups.com ==> Kursus Bahasa Inggris

PONSEL-INDONESIA-subscribe@yahoogroups.com ==> Telpon selular

HRD-POWER-subscribe@yahoogroups.com ==> Milis HRD

Indo-Job-subscribe@yahoogroups.com ==> Lowongan kerja luar negeri dan
beasiswa

Bisnis-Karir-subscribe@yahoogroups.com ==> Pembinaan bisnis dan karir

Komputer dan Teknologi:

http://tech.groups.yahoo.com/group/KOMPUTER-TEKNOLOGI/

Manajemen produksi/operasi/supply chain/logistik:

http://finance.groups.yahoo.com/group/APICS-ID/
.

__,_._,___

[Bisnis-Karir] Leaderism#5: Mengatasi Bawahan Yang Buruk

 

Leaderism#5: Mengatasi Bawahan Yang Buruk
 
Hore!
Hari Baru, Teman-teman.
 
Piala Eropa 2012 baru saja berakhir. Seperti kompetisi sepakbola bergengsi lainnya, perhelatan itu melambungkan nama-nama beken yang harganya semakin membumbung tinggi. Uniknya, diantara nama yang mewangi itu ada orang-orang yang bukan pemain di lapangan hijau. Anda tentu mengetahuinya dengan pasti. Betul. Mereka adalah para pelatihnya. Jelas sekali jika gengsi pelatih melampaui para pemain bintang. Faktanya, pelatihlah yang paling menentukan siapa yang bermain dan siapa yang duduk dibangku cadangan. Tanpa pelatih, sekumpulan pemain hebat jarang bisa menghasilkan kemenangan team.
 
Seperti di ruang-ruang kantor kita. Mungkin disana bertaburan para karyawan cemerlang. Tetapi tanpa 'pelatih', mereka hanya bisa menjadi individual contributor yang bagus dikala bermain sendirian namun lemah ketika harus bekerjasama dengan para karyawan berkilauan lainnya. Yang saya maksudkan 'pelatih' disini bukanlah semacam trainer atau pembicara seminar. Saya merujuk kepada seseorang yang sehari-hari bisa berada ditengah-tengah para karyawan hebat itu. Mengasah  keterampilan mereka. Membagi tugas dan peran serta fungsi masing-masing. Memberikan pengarahan yang diperlukan. Dan kalau perlu, 'berteriak-teriak' di pinggir arena untuk memberikan pengarahan ad hoc disaat-saat kritis ketika pekerjaan sedang berjalan. Siapa lagi orang yang punya otoritas untuk melakukan tindakan-tindakan seperti itu jika bukan seorang atasan?
 
Benar. Atasan di kantor itu seperti pelatih sepakbola. Mereka sama-sama memiliki otoritas untuk memimpin. Tidak mungkin suatu kesebelasan menghasilkan kemenangan yang bermutu tanpa pelatih yang tangguh. Tidak mungkin juga sebuah team kerja menghasilkan performa tinggi tanpa atasan yang handal. Masalahnya, atasan di kantor tidak selalu memiliki keleluasaan yang sama seperti para pelatih sepakbola. Khususnya dalam hal 'menentukan' siapa saja yang pantas berada didalam team kerjanya. Pelatih sepakbola, boleh mendepak pemain lama tanpa resiko bermakna. Akhiri saja kontraknya. Atau tempatkan saja di bangku cadangan. Selesai. Atasan di kantor? Tidak bisa demikian.
 
Idealnya, memang seorang atasan bisa membentuk team kerjanya sendiri dari orang-orang pilihannya. Namun, hal itu tidak selalu bisa dilakukan. Faktanya, kebanyakan atasan bertanggungjawab untuk menghasilkan kinerja baik perusahaan dengan 'bagaimanapun' keadaan dan kualitas karyawan yang ada didalamnya. Bukankah sangat jarang sekali atasan yang diangkat dengan misi 'menyingkirkan' orang? Ada, tapi sangat jarang sekali.
 
Pertanyaannya adalah; bagaimana seandainya orang-orang di team kerja itu bukanlah karyawan-karyawan yang mampu bekerja dengan baik?  Jika keterampilan kerja yang menjadi faktor penghambatnya, maka solusinya adalah melatih mereka untuk bekerja dengan lebih baik. Seperti para pelatih sepak bola melatih dan mengajarkan teknik-teknik bermain cantik. Namun, jika masalah utamanya adalah sikap dan perilaku, bagaimana?
 
Orang bilang; mudah untuk membenahi soal-soal teknis. Namun untuk soal non teknis seperti perilaku, itu bukan soal yang gampang. Bahkan karyawan yang paling jago melakukan pekerjaan-pekerjaan teknis pun bisa sangat menyulitkan kalau sikap dan perilakunya buruk. Disinilah kualitas seorang atasan diuji. Dan, sudah banyak orang yang gagal melewati batu ujian ini. Dalam pengamatan saya, kebanyakan yang gagal itu bukan karena kurangnya sarana atau sumber daya untuk mengubah perilaku bawahan. Melainkan karena sang atasan keliru sejak detik pertama interaksi mereka. Ketika berhadapan dengan karyawan yang sikap dan perilakunya kurang baik, atasan itu langsung menilai karyawan itu sebagai bawahan yang buruk. Dengan penilaian awal yang buruk itu, maka tak seorang pun tertarik untuk mengupayakan hal terbaik dalam usaha memperbaikinya.
 
Boleh jadi, karyawan berperilaku buruk justru disebabkan oleh perlakukan atau cara memimpin yang keliru dari atasannya. Bukan sifat dasar mereka yang buruk. Meskipun masih banyak atasan yang suka semena-mena kepada bawahannya, namun saya tidak bermaksud mengatakan atasan sebelumnya buruk. Banyak juga kok atasan yang baik namun tidak dapat melakukan pendekatan yang tepat sehingga tidak berhasil menjadikan bawahannya baik. Terlepas dari kondisi atasan sebelumnya, sekarang orang-orang itu sudah menjadi bawahan kita. Oleh karenanya; cara kita memimpin mereka akan sangat menentukan kualitas kerja mereka sejak saat ini.
 
Mari perhatikan sekali lagi. Sudut pandang pertama kita tadi menempatkan bawahan yang sikap dan perilakunya buruk sebagai satu-satunya orang yang bertanggungjawab atas keburukan itu. Sedangkan sudut pandang kedua, menempatkan mereka sebagai produk perlakuan keliru dari pemimpinnya. Dengan cara berpikir yang kedua itu, sebagai pemimpin kita meletakkan tanggungjawab 'perbaikan' bawahan itu pada pundak kita sendiri. Bukan menunjuk hidung mereka untuk memperbaikinya dengan perintah kita. Dengan cara berpikir seperti itu kita juga membangun jembatan kepercayaan dengan mereka. Kita percaya, bahwa mereka bisa berubah dengan teknik dan pola kepemimpinan yang lebih baik bersama kita.
 
Banyak indikasi yang menunjukkan jika karyawan itu kesal kepada atasannya. Makanya mereka bertindak sekenanya saja. Kabar baiknya adalah; dalam kebanyakan kasus kekesalan mereka kepada atasan itu tidak disebabkan oleh kebencian kepada pribadi atasannya, melainkan sering karena cara atasannya memimpin yang keliru. Jika atasannya arogan, sok kuasa, tukang perintah, atau tidak menghargai anak buah; mengapa para bawahan harus respek kepadanya? Sebaliknya, jika atasan memimpin dengan cara yang tepat, sanggup berjalan di garis paling depan perjuangan mereka, selalu ada setiap kali mereka membutuhkan, selalu bersedia menerima telepon meskipun pada masa liburan, berkenan mendengar aspirasi dan pendapat, memahami dan menghargai perasaan bawahan. Oh…, bagaimana mungkin bawahan membenci atasan seperti itu?
 
Jadi, jika ada bawahan yang bersikap dan berperilaku buruk. Hindarilah untuk buru-buru menilai mereka sebagai pribadi yang buruk. Justru inilah saatnya untuk melatih dan mempraktekkan keterampilan memimpin yang kita miliki selama ini. Mulailah dengan kesadaran bahwa memang sudah menjadi tanggungjawab kita sebagai atasan untuk membantunya memperbaiki diri. Melalui niat baik, cara-cara memimpin yang baik, dan keteladan yang kita tunjukkan; kemungkinan besar, kita akan bisa membalikkan keadaan. Jika kita berhasil melakukannya, maka kepuasannya akan menjadi milik kita. Sehingga ketika kelak kita ditanya; "Apa yang sudah kamu lakukan kepada orang-orang yang dahulu kamu pimpin?"  Semoga kita bisa menjawab;"Sudah saya membawa dan mencontohkan kepada mereka untuk menjadi pribadi-pribadi yang lebih baik, ya Tuhanku…." Siapa tahu Tuhan berkenan menempatkan para pemimpin seperti itu di samping tempat peristirahatan para Nabi suci. Duh… ingin sekali. Insya Allah.
 
Salam hormat,
Mari Berbagi Semangat!
0812 19899 737 or Ms. Vivi at 0812 1040 3327
 
Catatan Kaki:
Kalau ada bawahan yang berperilaku buruk, cobalah perbaiki cara Anda memimpinnya. Anda akan bahagia sekali ketika melihat perubahannya.
 
Ingin mendapatkan kiriman "Leaderism" secara rutin langsung dari Dadang Kadarusman?  Kunjungi dan bergabung di http://finance.groups.yahoo.com/group/naturalintelligence/
 
Silakan di-share jika naskah ini Anda nilai bermanfaat bagi yang lain, langsung saja; tidak usah minta izin dulu. Tapi tolong, jangan diklaim sebagai tulisan Anda sendiri supaya pahala Anda tidak berkurang karenanya.
 
Salam hormat,
Mari Berbagi Semangat!
DEKA - Dadang Kadarusman
Dare to invite Dadang to speak for your company?
Call him at 0812 19899 737 or
Ms. Vivi at 0812 1040 3327

 
 

__._,_.___
Recent Activity:
Bergabunglah dengan milis lainnya:


Manajemen-Industri-subscribe@yahoogroups.com  ==> Manajemen Industri

Free-English-Course-subscribe@yahoogroups.com ==> Kursus Bahasa Inggris

PONSEL-INDONESIA-subscribe@yahoogroups.com ==> Telpon selular

HRD-POWER-subscribe@yahoogroups.com ==> Milis HRD

Indo-Job-subscribe@yahoogroups.com ==> Lowongan kerja luar negeri dan
beasiswa

Komputer dan Teknologi:

http://tech.groups.yahoo.com/group/KOMPUTER-TEKNOLOGI/

Manajemen produksi/operasi/supply chain/logistik:

http://finance.groups.yahoo.com/group/APICS-ID/
.

__,_._,___

#FrenBC @ Leaderism#5: Mengatasi Bawahan Yang Buruk

 

Leaderism#5: Mengatasi Bawahan Yang Buruk
 
Hore!
Hari Baru, Teman-teman.
 
Piala Eropa 2012 baru saja berakhir. Seperti kompetisi sepakbola bergengsi lainnya, perhelatan itu melambungkan nama-nama beken yang harganya semakin membumbung tinggi. Uniknya, diantara nama yang mewangi itu ada orang-orang yang bukan pemain di lapangan hijau. Anda tentu mengetahuinya dengan pasti. Betul. Mereka adalah para pelatihnya. Jelas sekali jika gengsi pelatih melampaui para pemain bintang. Faktanya, pelatihlah yang paling menentukan siapa yang bermain dan siapa yang duduk dibangku cadangan. Tanpa pelatih, sekumpulan pemain hebat jarang bisa menghasilkan kemenangan team.
 
Seperti di ruang-ruang kantor kita. Mungkin disana bertaburan para karyawan cemerlang. Tetapi tanpa 'pelatih', mereka hanya bisa menjadi individual contributor yang bagus dikala bermain sendirian namun lemah ketika harus bekerjasama dengan para karyawan berkilauan lainnya. Yang saya maksudkan 'pelatih' disini bukanlah semacam trainer atau pembicara seminar. Saya merujuk kepada seseorang yang sehari-hari bisa berada ditengah-tengah para karyawan hebat itu. Mengasah  keterampilan mereka. Membagi tugas dan peran serta fungsi masing-masing. Memberikan pengarahan yang diperlukan. Dan kalau perlu, 'berteriak-teriak' di pinggir arena untuk memberikan pengarahan ad hoc disaat-saat kritis ketika pekerjaan sedang berjalan. Siapa lagi orang yang punya otoritas untuk melakukan tindakan-tindakan seperti itu jika bukan seorang atasan?
 
Benar. Atasan di kantor itu seperti pelatih sepakbola. Mereka sama-sama memiliki otoritas untuk memimpin. Tidak mungkin suatu kesebelasan menghasilkan kemenangan yang bermutu tanpa pelatih yang tangguh. Tidak mungkin juga sebuah team kerja menghasilkan performa tinggi tanpa atasan yang handal. Masalahnya, atasan di kantor tidak selalu memiliki keleluasaan yang sama seperti para pelatih sepakbola. Khususnya dalam hal 'menentukan' siapa saja yang pantas berada didalam team kerjanya. Pelatih sepakbola, boleh mendepak pemain lama tanpa resiko bermakna. Akhiri saja kontraknya. Atau tempatkan saja di bangku cadangan. Selesai. Atasan di kantor? Tidak bisa demikian.
 
Idealnya, memang seorang atasan bisa membentuk team kerjanya sendiri dari orang-orang pilihannya. Namun, hal itu tidak selalu bisa dilakukan. Faktanya, kebanyakan atasan bertanggungjawab untuk menghasilkan kinerja baik perusahaan dengan 'bagaimanapun' keadaan dan kualitas karyawan yang ada didalamnya. Bukankah sangat jarang sekali atasan yang diangkat dengan misi 'menyingkirkan' orang? Ada, tapi sangat jarang sekali.
 
Pertanyaannya adalah; bagaimana seandainya orang-orang di team kerja itu bukanlah karyawan-karyawan yang mampu bekerja dengan baik?  Jika keterampilan kerja yang menjadi faktor penghambatnya, maka solusinya adalah melatih mereka untuk bekerja dengan lebih baik. Seperti para pelatih sepak bola melatih dan mengajarkan teknik-teknik bermain cantik. Namun, jika masalah utamanya adalah sikap dan perilaku, bagaimana?
 
Orang bilang; mudah untuk membenahi soal-soal teknis. Namun untuk soal non teknis seperti perilaku, itu bukan soal yang gampang. Bahkan karyawan yang paling jago melakukan pekerjaan-pekerjaan teknis pun bisa sangat menyulitkan kalau sikap dan perilakunya buruk. Disinilah kualitas seorang atasan diuji. Dan, sudah banyak orang yang gagal melewati batu ujian ini. Dalam pengamatan saya, kebanyakan yang gagal itu bukan karena kurangnya sarana atau sumber daya untuk mengubah perilaku bawahan. Melainkan karena sang atasan keliru sejak detik pertama interaksi mereka. Ketika berhadapan dengan karyawan yang sikap dan perilakunya kurang baik, atasan itu langsung menilai karyawan itu sebagai bawahan yang buruk. Dengan penilaian awal yang buruk itu, maka tak seorang pun tertarik untuk mengupayakan hal terbaik dalam usaha memperbaikinya.
 
Boleh jadi, karyawan berperilaku buruk justru disebabkan oleh perlakukan atau cara memimpin yang keliru dari atasannya. Bukan sifat dasar mereka yang buruk. Meskipun masih banyak atasan yang suka semena-mena kepada bawahannya, namun saya tidak bermaksud mengatakan atasan sebelumnya buruk. Banyak juga kok atasan yang baik namun tidak dapat melakukan pendekatan yang tepat sehingga tidak berhasil menjadikan bawahannya baik. Terlepas dari kondisi atasan sebelumnya, sekarang orang-orang itu sudah menjadi bawahan kita. Oleh karenanya; cara kita memimpin mereka akan sangat menentukan kualitas kerja mereka sejak saat ini.
 
Mari perhatikan sekali lagi. Sudut pandang pertama kita tadi menempatkan bawahan yang sikap dan perilakunya buruk sebagai satu-satunya orang yang bertanggungjawab atas keburukan itu. Sedangkan sudut pandang kedua, menempatkan mereka sebagai produk perlakuan keliru dari pemimpinnya. Dengan cara berpikir yang kedua itu, sebagai pemimpin kita meletakkan tanggungjawab 'perbaikan' bawahan itu pada pundak kita sendiri. Bukan menunjuk hidung mereka untuk memperbaikinya dengan perintah kita. Dengan cara berpikir seperti itu kita juga membangun jembatan kepercayaan dengan mereka. Kita percaya, bahwa mereka bisa berubah dengan teknik dan pola kepemimpinan yang lebih baik bersama kita.
 
Banyak indikasi yang menunjukkan jika karyawan itu kesal kepada atasannya. Makanya mereka bertindak sekenanya saja. Kabar baiknya adalah; dalam kebanyakan kasus kekesalan mereka kepada atasan itu tidak disebabkan oleh kebencian kepada pribadi atasannya, melainkan sering karena cara atasannya memimpin yang keliru. Jika atasannya arogan, sok kuasa, tukang perintah, atau tidak menghargai anak buah; mengapa para bawahan harus respek kepadanya? Sebaliknya, jika atasan memimpin dengan cara yang tepat, sanggup berjalan di garis paling depan perjuangan mereka, selalu ada setiap kali mereka membutuhkan, selalu bersedia menerima telepon meskipun pada masa liburan, berkenan mendengar aspirasi dan pendapat, memahami dan menghargai perasaan bawahan. Oh…, bagaimana mungkin bawahan membenci atasan seperti itu?
 
Jadi, jika ada bawahan yang bersikap dan berperilaku buruk. Hindarilah untuk buru-buru menilai mereka sebagai pribadi yang buruk. Justru inilah saatnya untuk melatih dan mempraktekkan keterampilan memimpinyang kita miliki selama ini. Mulailah dengan kesadaran bahwa memang sudah menjadi tanggungjawab kita sebagai atasan untuk membantunya memperbaiki diri. Melalui niat baik, cara-cara memimpin yang baik, dan keteladan yang kita tunjukkan; kemungkinan besar, kita akan bisa membalikkan keadaan. Jika kita berhasil melakukannya, maka kepuasannya akan menjadi milik kita. Sehingga ketika kelak kita ditanya; "Apa yang sudah kamu lakukan kepada orang-orang yang dahulu kamu pimpin?"  Semoga kita bisa menjawab;"Sudah saya membawa dan mencontohkan kepada mereka untuk menjadi pribadi-pribadi yang lebih baik, ya Tuhanku…." Siapa tahu Tuhan berkenan menempatkan para pemimpin seperti itu di samping tempat peristirahatan para Nabi suci. Duh… ingin sekali.
Insya Allah.
 
Salam hormat,
Mari Berbagi Semangat!
DEKA – Dadang Kadarusman
http://www.dadangkadarusman.com/ – 5 Juli 2012
0812 19899 737 or Ms. Vivi at 0812 1040 3327
 
Catatan Kaki:
Kalau ada bawahan yang berperilaku buruk, cobalah perbaiki cara Anda memimpinnya. Anda akan bahagia sekali ketika melihat perubahannya.
 
Ingin mendapatkan kiriman "Leaderism" secara rutin langsung dari Dadang Kadarusman?  Kunjungi dan bergabung di http://finance.groups.yahoo.com/group/naturalintelligence/
 
Silakan di-share jika naskah ini Anda nilai bermanfaat bagi yang lain, langsung saja; tidak usah minta izin dulu. Tapi tolong, jangan diklaim sebagai tulisan Anda sendiri supaya pahala Anda tidak berkurang karenanya.  
Salam hormat,
Mari Berbagi Semangat!
DEKA - Dadang Kadarusman
www.dadangkadarusman.com
Dare to invite Dadang to speak for your company?
Call him at 0812 19899 737 or Ms. Vivi at 0812 1040 3327

[Non-text portions of this message have been removed]

__._,_.___
Recent Activity:
<*> http://www.facebook.com/groups/bisniscenter || http://twitter.com/BisnisCenter

+++
:-) Do...., Real, Respect, Warm, Interact, Related, Short-Informative
:-( Don't., OneLiner, scam, MLM pyramid spam scheme, illegal-SARA
*_^ Just Friday 4 Selling or promote your Service/Product
.

__,_._,___

#FrenBC @ Over alih Franchise bagi yang berminat

 

Permisi modie, numpang iklan :

OVER ALIH FRANCHISE LAUNDRY

Dear rekan2, saya bermaksud untuk over alih franchise dikarenakan BU :

- brand yg sudah terkenal
- lokasi di tengah kota (kuningan, jaksel)

- omzet bagus
- disertai laporan bulanan
- masa ikatan kontrak masih 3 tahun

bagi yang berminat serius, silahkan hub saya di 085312291441 (maaf, tdk terima sms)

Salam,

David Simbolon

[Non-text portions of this message have been removed]

__._,_.___
Recent Activity:
<*> http://www.facebook.com/groups/bisniscenter || http://twitter.com/BisnisCenter

+++
:-) Do...., Real, Respect, Warm, Interact, Related, Short-Informative
:-( Don't., OneLiner, scam, MLM pyramid spam scheme, illegal-SARA
*_^ Just Friday 4 Selling or promote your Service/Product
.

__,_._,___

#FrenBC @ D'Four memberi warna berbeda untuk Acara Anda... cekidot

 



Dear ,

Salam hangat dan salam sejahtera saya ucapkan untuk kita semua. Berikut saya

kirimkan Profile Magician yang bisa menjadi 1 option untuk mengisi
acara-acara yang Anda selenggarakan.

Kami dari Management Demian Aditya (Numagic) mempunyai 1 group pesulap yang
terdiri dari 4 orang yang dinamakan dengan D'Four. Untuk lebih jelas saya
lampirkan profile kami di attachment beserta historikal perform kami.
Bilamana ada pertanyaan dan ada yang kurang jelas, mohon hubungi kami
kembali baik melalui email ataupun telepon. Terima kasih

Link Performance :
http://www.youtube.com/watch?v=UTCri0Nkyi8
http://www.youtube.com/watch?v=bSbs_BKQqfY

Twitter : @DFour_Magic
Facebook : facebook.com/dfour666

--
Best Regards,
Peter Wu
08126069793
dmajakarta@demianmagicacademy.com
Demian's Magic Academy Jakarta
Branch Manager
demianmagicacademy.com
numagic.net

[Non-text portions of this message have been removed]

__._,_.___
Recent Activity:
<*> http://www.facebook.com/groups/bisniscenter || http://twitter.com/BisnisCenter

+++
:-) Do...., Real, Respect, Warm, Interact, Related, Short-Informative
:-( Don't., OneLiner, scam, MLM pyramid spam scheme, illegal-SARA
*_^ Just Friday 4 Selling or promote your Service/Product
.

__,_._,___

[beasiswa] (info) 4 PhD vacancies in the social sciences at universities in the Netherlands -- for Indonesians

 

4 PhD vacancies in the social sciences at universities in the Netherlands. 


Description of Research Program 'From Clients to Citizens? Emerging Citizenship in Democratising Indonesia'
Democratic citizenship refers to the capacity and willingness of citizens to actively influence the functioning of state institutions.   It is considered a vital correlate of democratization and the rule of law. But its largely western-oriented literature rarely studies the forms of democratic citizenship that emerge in the context of a weakly institutionalized state and a largely clientelistic political system.  Citizenship is hardly studied in Southeast Asia, as the concept was long considered inadequate to describe the hierarchical and clientelistic relations that characterized much state-citizen interaction during and before the New Order. Yet the nature of Indonesia's democratization process makes it necessary to go beyond the more common elite-focused research on Indonesian politics.
From Clients to Citizens? is funded by Royal Netherlands Academy of Sciences (KNAW) and the Indonesian Ministry of Research and Technology and the Ministry of Education and Culture. It is jointly and led by prof. dr. Bambang Purwanto (UGM) and Prof. H. Schulte Nordholt (KITLV). The research program studies the way citizenship is perceived and practiced by ordinary Indonesians and aims to understand the impact of Indonesia's democratization process on everyday state-citizen interaction: to what extent is Indonesia's democratic transition changing the way ordinary Indonesians relate to the state in terms of citizenship? How can we explain both the changes and the continuities?
Under this program, four PhD scholarships at the University of Amsterdam and Leiden University (the Netherlands) are available for the study of four key citizenship struggles in contemporary Indonesia:
  1. From kawula to village citizen: Village Leadership and Public Service Delivery in Rural Indonesia. (University of Amsterdam)

Through a (partial) restudy of ethnographic studies of village politics under the New Order, this project examines the changing norms and practices that villagers adopt vis-a-vis village elites and asks to what extent the authority and power that village and supra-village leaders wielded during the New Order have been curtailed and whether older hierarchical relations are becoming more symmetrical.


  1. Realizing Welfare Rights? The Collectivization of Social Security in Indonesia (University of Amsterdam)

This project studies the contemporary politics as well as the history of social security reform in Indonesia. To what extent does the evolving public debate on social security reflect changes interpretations of citizenship in Indonesia? And to what extent are common Indonesians actually turning away from informal trust networks towards the state to address adversities such as sickness, health and death?


  1. Digital Citizenship and online civic action: New Forms of Public Action and Accountability? (Leiden University)

This project investigates the ways in which digital/social media are deployed in internet-based campaigns against corruption and judicial failure. The overarching question of this project is how the avid and often creative use of digitalized media in anti-corruption campaigns contributes to the consolidation of a viable public sphere, the fostering and conceptualization of new forms of citizenship and collective action, and offers alternatives to and/or challenges the largely elite-driven politics of the country.


  1. Pious Citizens: Islam in Indonesia's Public Sphere (University of Amsterdam)

Democratization in post-Suharto Indonesia has witnessed the simultaneous expansion of the public sphere and the emergence of political Islam. Focusing on three debates involving the role of Islam in public life – on the adoption of religious bylaws, the anti-pornography law and on the building of churches – this project studies how the rise of political Islam is affecting the nature and conceptualization of citizenship in Indonesia.


The PhD candidates are expected to do research and publish on the basis of the research, culminating in a PhD dissertation.

Requirements
The PhD candidate should:
  • Hold a recent Master's degree in the social sciences or humanities (anthropology, political science, sociology, history, law). A master thesis on a topic related to citizenship and above-mentioned themes is an advantage;
  • Excel academically, as shown in the grade transcripts and curriculum vitae;
  • Have an excellent written and spoken command of English, evidenced by a recent TOEFL, IELTS proficiency test – see here for the entry requirements.
  • Have knowledge and interest in field research;
  • Have the ability and interest to work in a team of academics and practitioners.

Selection Process
The selection of the PhD candidates will take place in two stages:
Firstly, promising candidates will be invited to participate in a short intensive course with on researching citizenship and writing research proposals. This will be held from 3 September to 11 September 2012 at UGM in Yogyakarta. Travel costs and accommodation will be funded for selected candidates.
Secondly, during and after this intensive course the candidates will write a research proposal, to be submitted by October 15.  The final selection will take place on the basis of this research proposal.

Scholarship
The PhD students will receive a Dikti scholarship of approx. €1000 per month plus various benefits. The position starts 1 April 2013, and is initially for 1 year. Extension of the contract after the first year to a total of four years is subject to satisfactory performance. During the four years the PhD candidate will conduct fieldwork in Indonesia, while also spending approx. 2 ½ years in the Netherlands at either the University of Amsterdam or Leiden University. 

Organisation
From Clients to Citizens? Emerging Citizenship in Indonesia is funded by the Royal Netherlands Academy of Sciences KNAW and the Indonesian Ministry of Education and Culture under the Scientific Program Netherlands-Indonesia (SPIN). Institutes participating in the research program include the Royal Netherlands Institute of Southeast Asian and Caribbean Studies (KITLV, Prof. dr. Henk Schulte Nordholt, Dr. Gerry van Klinken, Dr. Ward Berenschot), Leiden University (Prof. Dr. Patricia Spyer), University of Amsterdam (Prof. Dr. Willem van Schendel), Gadjah Mada University (Prof. Dr. Bambang Purwanto, Dr. Muhammed Najib Azca, Dr. Nico Warouw and Dr. Pujo Semedi). Coordination takes place through KITLV (www.kitlv.nl). 

Additional information
A detailed description of the research program and the above-mentioned subprojects may be obtained at the project's website, http://www.kitlv.nl/home/Projects?id=26 . 
For further information about the project and the application procedure please refer to the website or contact the program coordinator Dr. Ward Berenschot (berenschot[at]kitlv.nl).

Applications with motivation letter, curriculum vitae, grade transcripts and evidence of English proficiency test score are to be addressed electronically to clientstocitizens[at]gmail.com. The deadline for applications is 5 august 2012. Positions may remain open beyond that date until filled.

__._,_.___
Recent Activity:
INFO, TIPS BEASISWA, FAQ - ADS:
http://id-scholarships.blogspot.com/

===============================

INFO LOWONGAN DI BIDANG MIGAS:
http://www.lowongan-kerja.info/lowongan/oil-jobs/

===============================

INGIN KELUAR DARI MILIS BEASISWA?
Kirim email kosong ke beasiswa-unsubscribe@yahoogroups.com
.

__,_._,___